Kamis, 07 Juni 2012

analisis dampak lingkungan (Amdal)


 Analisis dampak lingkungan.
1.1  Eksternalitas.
Dalam memproduksi, mendistribusikan, mengkonsumsi suatu barang dapat menimbulkan akibat sampingan berupa manfaat yang diterima atau kerugian yang dibebankan kepada orang lain yang tidak secara langsung terlibat dalam pertukaran pasar.  Akibat sampingan semacam ini disebut eksternalitas yang dapat digolongkan menjadi external benefit  kalau ada manfaat, dan external  cost kalau ada kerugian.[1]
Mengenai external benefit dan external cost ini, saya mengambil sampel pabrik pembuatan tas dilingkungan tempat tinggal saya, desa kadugenep, kecamatan petir, kabupaten serang.
a.       External benefit (dampak positif)
Dampak positif dari adanya pabrik pembuatan tas ini paling berpengaruh pada masyarakat sekitar. Masyarakat banyak diuntungkan, karena pabrik ini rata-rata merekrut pegawai dari masyarakat sekitar pabrik tersebut. Terlebih lagi, untuk hal-hal kecil seperti buang benang, atau yang lainnya yang bersifat mudah dapat dilakukan oleh ibu-ibu rumah tangga dirumahnya masing-masing sehingga akan tercipta home industry bagi ibu-ibu rumah tangga.
Karena imajinasi dan kreativitas yang terus berkembang, baru-baru ini saya juga menemukan external benefit di pabrik tas ini tidak hanya masyarakat sekitar yang diuntungkan, tetapi juga para pengrajin lainnya, seperti pengusaha sofa. Mereka (para pengusaha sofa) memanfaatkan limbah busa di pabrik tas tersebut untuk dijadikan pelapis sofa sebelum dibungkus dengan bahan yang lebih indah, dan hasilnya kursi sofa dari limbah-limbah tersebut dapat dijual diatas satu juta rupiah.
Pengembangan pabrik tas berbasis home industry ini juga merupakan salah satu bentuk CSR dari perusahaan-perusahaan terkemuka seperti shopie martin.
b.      External cost ( dampak negative)
Selain dampak positif yang paling menonjol dengan adanya pabrik tas dilingkungan desa kadugenep ini, ternyata pabrik tas ini juga memiliki dampak negatifnya. Para pegawai yang bekerja langsung dipabriknya dengan di dominasi ibu rumah tangga, harus masuk jam 07.00 wib dan keluar jam 16.00 wib sehingga mengakibatkan mereka kurang bisa mengontrol pertumbuhan anak-anaknya. Terkadang, karena wawasan yang minimlah mereka tak jarang mengacuhkan pendidikan putra-putriya. Terutama pendidikan dibidang agama. Padahal seharusnya, selain anak-anak harus mendapatkan pendidikan umumnya, dia juga harus mendapatkan pendidikan agamanya sebagai pondasi kelak ketika ia telah dewasa. Melihat situasi inilah, saya telah mengambil inisiatif agar anak-anak generai bangsa tak cacat moral. Solusi yang telah saya tawarkan dari permasalahan ini adalah dengan membuka sendiri majlis ilmu di tempat yang biasanya banyak anak-anak kunjungi ketika sore hari. Pada awalnya, anak-anak yang mengikuti majlis ilmu ini hanya berkisar 7 orang saja, tetapi lambat laun hanya dalam waktu 1 minggu saja, anak-anak yang belajar dimajlis ilmu ini sudah mencapai 25 orang. Ini menjadi salahsatu motivasi saya, bahwa sesungguhnya mereka anak-anak itu bersemangat dalam mencari ilmu khususnya di bidang agama.
c.       Untuk pemerintah kabupaten Serang, saya memberikan saran agar dapat menggaet para investor, sehingga kawasan pabrik tas ini bisa menjadi salahsatu potensi yang dapat menambah pendapatan daerah.

2.      Bagaimana Pendapat Saudara Mengenai Subsidi BBM Yang Membebani APBN?
2.1 Anggaran Pendapatan Dan Belanja Negara
Anggaran (budget) ialah suatu daftar atau pernyataan yang terperinci tentang penerimaan dan pengeluaran Negara yang diharapkan dalam jangka waktu tertentu., yang biasanya adalah satu tahun. Ada budget yang disusun berdasarkan atas tahun kalender yaitu tanggal 1 januari sampai 31 desember dari tahun yang bersangkutan, tetapi adapula yang tidak demikian. Sejak tahun 1969 anggaran pendapatan dan belanja Negara Indonesia dimulai pada tanggal 1 April dan berakhir pada tanggal 31 maret tahun berikutnya.[2]
2.2 pendapat mengenai subsidi bbm yang membebani APBN
·         Membahas mengenai isu bahwa subsidi bbm yang membebani APBN saya kurang setuju. Meskipun dari kenyataan subsidi bbm pada tahun 2011 kemarin  memang telah membengkak, dari APBN-P yang hanya berkisar 129,7 triliyun rupiah namun dalam realisasinya subsidi bbm mencapai 165,2 triliyun. (data ini bersumber dari vivanews.com/subsidibbm ).
·         Ketidaksetujuan saya juga berdasarkan pada UU pasal 33 yang menyebutkan bahwa segala bentuk kekayaan alam ditujukan untuk kesejahteraan rakyat. Subsidi bbm merupakan salah satu bantuan dari pemerintah kepada rakyat, jangan memandang mereka kaya atau miskin karena bagaimanapun mereka semua adalah rakyat. Jika banyak kalangan yang memberikan opini bahwa subsidi bbm banyak dinikmati kalangan menengah keatas, maka saya memberikan pendapat bahwa mereka yang kaya pun sesungguhnya telah melakukan kewajibannya untuk membayar pajak, jadi mereka juga memiliki hak untuk mendapatkan subsidi.
·         Membahas lebih lanjut masalah ini, jika memang benar subsidi bbm telah membebani APBN maka secara tidak langsung kita menyetujui bahwa subsidi bbm harus dipangkas, bbm bisa saja dinaikkan karena subsidi yang telah dipangkas. Ini bukanlah suatu bentuk regulasi yang berpihak kepada rakyat, karena bagaimanapun ini akan berimbas pada kenaikan harga bahan-bahan pokok dan sebagainya.
·         Saat ini, menurut saya bukan saatnya pemerintah mengeluh karena subsidi yang kian membengkak, tetapi cobalah lihat pada kinerja mereka, bagaimana tahun 2011 kemarin DPR merenofasi toilet saja anggaran mencapai 2 milyar. Sungguh ironi rasanya, jika memang APBN mengalami defisit karena  subsidi bbm, maka solusinya bukan dengan mempangkas subsidi bbm tetapi pangkaslah anggaran lain, seperti studi banding anggota DPR yang belum terlihat manfaatnya, atau anggaran pembangunan yang diluar logika karena terlalu tingginya sampai pada pemberantasan korupsi secara bersih.












Referensi :

Suparmoko.2000.Keuangan Negara Dalam Teori Dan Praktek.BPFE-Yogyakarta: Yogyakarta.
Tampubolon Manahan P.2005.Manajemen Keuangan.Ghalia Indonesia:Bogor

Referensi lain :

http://vivanews.com/subsidibbm. diakses pada hari senin tanggal 2 april 2012 pukul 19.00 wib
http://www.antaranews.com/berita/304132/apbn-p-2012-relatif-terjaga-dan-aman diakses pada hari senin tanggal 2012 pukul 10.00 wib



[1] Suparmoko, 2000, keuangan Negara dalam teori dan praktek, hal. 19
[2] Suparmoko, 2000, keuangan Negara dalam teori dan praktek, hal. 47

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar